Awalnya, RS pelat merah itu berencana boyongan ke gedung baru di Jalan Veteran Mei lalu. Jadwal itu kemudian direvisi Juni dan Juli lalu. Namun, hingga kini RSI itu tetap belum ada kejelasan kapan ditempati.
Menurut Thomas, berdasarkan informasi yang diterimanya, ketidakjelasan boyongan itu salah satunya disebabkan belum tuntasnya audit dana pembangunan. Masalah audit dan pembayaran proyek multi years itu merupakan kewajiban pemkab setempat.
”Sebenarnya kami ingin segera boyongan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal,” kata Thomas.
”Namun, kami menyerahkan sepenuhnya kepada bupati,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kimpraswil Bojonegoro Tedjo Sukmono membenarkan bahwa terbengkalainya rencana boyongan itu disebabkan proses audit dana pembangunan belum selesai. Karena harus menunggu hasil audit, pelunasan pembayaran proyek tersebut tidak bisa dilakukan.
”Pemkab sudah membayar sekitar Rp 85 miliar. Bisa saja dana yang dibayarkan kepada investor itu lebih, makanya harus menunggu audit selesai,” kata dia.
Seperti diberitakan, pembangunan RSI menelan anggaran Rp 110 miliar. Pembayaran proyek tersebut dilakukan secara bertahap. (dim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau nonton TV online,silahkan menuju halaman depan.